Banner Website Responsif

Penajam Paser Utara

Minim Pengunjung, Jamaluddin Soroti Wisata Mangrove di Kampung Baru

PENAJAM β€” Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin menyayangkan rendahnya minat masyarakat terhadap destinasi wisata mangrove yang berada di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar namun hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam keterangannya, Jamaluddin mengaku heran terhadap sepinya jumlah pengunjung di lokasi tersebut. Ia menduga kurangnya promosi maupun minimnya informasi yang diterima masyarakat menjadi salah satu penyebabnya.

β€œNah ini sangat saya sayangkan karena saya tidak tahu apa kurang promosi atau apa, atau memang masyarakatnya kurang minat. Pengunjungnya sangat terbatas. Saya tidak tahu, namanya masyarakat ya punya masing-masing pilihan,” ujarnya.

Ia berharap dinas terkait dapat lebih aktif memberi informasi kepada masyarakat mengenai keberadaan wisata mangrove yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Pantai Tanjung Jumlai. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan destinasi wisata dalam satu kawasan.

β€œSaya berharap dinas terkait dapat memberikan informasi lebih kepada masyarakat kalau ada destinasi wisata mangrove di dekat kawasan Pantai Tanjung Jumlai, jadi masyarakat juga mempunyai banyak pilihan wisata yang juga wilayahnya berdekatan,” tuturnya.

Jamaluddin kemudian menyinggung sejarah perkembangan wisata pantai di Penajam yang sejak dulu telah menjadi daya tarik utama warga. Menurutnya, popularitas Pantai Tanjung Jumlai sudah terbentuk sejak puluhan tahun lalu, sehingga lebih mudah dikenal dibanding destinasi baru seperti wisata mangrove.

β€œKalau pantai ini memang kecenderungannya, seingat saya tahun 1987 itu pantai Tanjung mulai dikenal orang, masih Balikpapan Seberang. Dari 1987 itulah muncul cikal bakal terkenalnya Pantai Tanjung Jumlai, jadi bukan Pantai Saloloang karena waktu itu masih menyatu dan alur masuk itu baru satu pintu, jalan pasir yang punya perusahaan. Belum ada jalan lain untuk masuk ke Tanjung, nah itu sampai sekarang,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan upaya promosi yang lebih intens, melakukan penataan, serta mengidentifikasi potensi pengembangan wisata mangrove sebagai salah satu sumber PAD baru bagi daerah. (rq/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *