Jamaluddin Usulkan Pelebaran Pantai dan Pembangunan Tanggul Cegah Abrasi dan Percantik Pantai Tanjung Jumlai
PENAJAM β Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jamaluddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pantai yang terus mengalami abrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai semakin maju ke daratan, menyebabkan hilangnya area pantai hingga puluhan meter.
Jamaluddin yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Pantai Tanjung Jumlai, menyampaikan abrasi yang terjadi sudah menggerus bagian daratan yang sebelumnya merupakan wilayah pantai, termasuk di sekitar kawasan rumahnya.
βKalau depan rumah saya 27 meter itu asli tanah kami yang sudah tergerus. Dulunya itu pantai. Jadi dari 27 meter itu pantai, sekarang 27 meter hilang jadi laut karena abrasi,β ungkapnya.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Jamaluddin telah melakukan berbagai upaya koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Ia menyebutkan telah menyampaikan langsung usulan penanggulangan abrasi kepada pimpinan Dinas PUPR Provinsi Kaltim, Bapelitbangda, hingga Balai Wilayah Sungai (BWS). Ia juga telah meminta izin dan menyampaikan rencana tersebut kepada Bupati PPU.
Menurutnya, langkah yang diusulkan bukan reklamasi, melainkan penanggulangan abrasi yang sekaligus memperlebar kawasan pantai agar kembali dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik.
βSaya selaku ketua pokdarwis di sana itu sudah menyampaikan ke pimpinan PUPR provinsi, Bapelitbang, tinggal ke BWS. Di sini juga sudah. Saya izin ke bapak bupati dan wakil bupati, bahwa ke depan kami mengusulkan pelebaran. Jadi bukan reklamasi tetapi penanggul abrasi,β jelasnya.
Ia menjelaskan, konsep penanggulangan tersebut dilakukan dengan membangun tanggul tambahan di bagian depan garis pantai saat ini. Tanggul itu nantinya ditimbun dengan tanah uruk, kemudian dilapisi pasir untuk membentuk area pantai baru.
βJadi pantai itu nanti akhirnya luas. Yang tadinya dia mepet ke atas, ini kita pasang 25 meter. Nantinya 25 meter ini hanya jadi kawasan orang bersantai. Tinggal kita tata, Pemerintah mau seperti Bali atau seperti apa, silakan. Ini mudah saja, dipasang tanggul di depan, ditimbun tanah uruk, baru diisi pasir jadilah pantai,β terangnya.
Jamaluddin menegaskan usulan ini penting mengingat Tanjung Jumlai merupakan salah satu destinasi wisata pantai paling terkenal dan paling ramai dikunjungi masyarakat. Jika abrasi tidak segera ditangani, kawasan wisata tersebut dikhawatirkan akan terus menyusut dan kehilangan daya tariknya.
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti usulan ini demi menjaga keberlanjutan kawasan wisata serta melindungi aset pantai dari kerusakan lebih besar. (rq/ADV)