Banner Website Responsif

Penajam Paser Utara

Potensi Sawit Besar, Syahrudin M Noor Ingatkan Jangan Alihkan Lahan Persawahan

PENAJAM — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor menegaskan bahwa meskipun PPU memiliki potensi besar untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit, pemerintah dan masyarakat harus tetap berhati-hati dalam menentukan lokasi pengembangannya.

Ia secara tegas menolak praktik alih fungsi lahan pertanian produktif khususnya kawasan persawahan menjadi perkebunan sawit.

Hal tersebut disampaikannya saat menyoroti perkembangan sektor perkebunan di PPU yang terus menjadi perhatian, terutama dalam menjaga keseimbangan antara potensi ekonomi dan ketahanan pangan daerah.

“Potensinya di PPU ini sangat besar, ada beberapa juga tidak diharapkan, contoh alih fungsi di daerah persawahan, itu kan selayaknya tidak dilakukan untuk penanaman sawit di daerah itu,” kata Syahrudin, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, PPU memiliki wilayah daratan yang cukup luas dan berada di kawasan yang lebih sesuai untuk pengembangan sawit.

Lokasi-lokasi tersebut dinilai jauh lebih tepat dibandingkan kawasan persawahan yang selama ini menjadi sumber produksi pangan masyarakat.

“Ada daerah-daerah memang potensinya cukup besar, saya kira di daerah daratan ke atas itu cukup besar untuk sawit,” jelasnya.

Syahrudin juga menyoroti kondisi kelompok-kelompok perkebunan sawit di PPU yang dinilainya belum terkelola dengan baik. Ia berpendapat, apabila pengelolaannya dapat disamakan dengan kelompok tani di sektor pertanian, maka pembinaan dan dukungan dari pemerintah termasuk dari pemerintah pusat akan lebih mudah diberikan.

“Memang kelompok-kelompok sawit ini kan tidak terkelola dengan baik. Seandainya itu sama dengan kelompok-kelompok tani, tentu juga bisa diarahkan dan dibantu oleh pemerintah pusat,” ucapnya.

Ia menekankan, pengembangan sawit harus dilakukan secara terarah, tidak merusak tata ruang pertanian, dan tetap sejalan dengan kebutuhan peningkatan ketahanan pangan daerah. Kebijakan perlindungan lahan pertanian harus menjadi prioritas dalam perencanaan pemerintah daerah.

Syahrudin berharap ke depan pemerintah dapat menyusun strategi yang lebih tegas dalam menjaga lahan persawahan, sekaligus membuka ruang pengembangan sawit di kawasan yang benar-benar potensial. Dengan tata kelola yang baik, potensi sawit di PPU dapat berkembang tanpa mengorbankan lahan pangan yang vital bagi masyarakat. (rq/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *