Banner Website Responsif

Penajam Paser Utara

Wakil Ketua II DPRD PPU Minta Pemerintah Evaluasi Drainase RSUD RAPB Usai Banjir Besar

PENAJAM β€” Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Andi Muhammad Yusuf, angkat bicara terkait insiden banjir yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung (RSUD RAPB) beberapa waktu lalu.
Banjir yang sempat viral di media sosial itu dinilai menjadi peringatan serius mengenai pentingnya sistem drainase yang memadai di lingkungan fasilitas layanan publik.

Andi menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, terutama dalam konteks evaluasi dan audit sistem drainase yang berfungsi menyalurkan air ke laut.
β€œDengan kejadian yang kemarin di media sosial dan tentu kita tahu bersama, besar harapan kami selaku wakil ketua DPRD perlu perhatian khusus untuk membuatkan satu drainase atau saluran air yang tembus ke laut sana,” kata Andi Yusuf, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, letak rumah sakit yang cukup dekat dengan garis pantai seharusnya memungkinkan adanya saluran pembuangan air langsung ke laut, asalkan direncanakan dan dibangun dengan baik.

Ia menilai, drainase yang lebih luas dan terintegrasi akan mampu mengantisipasi persoalan banjir, termasuk memastikan aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) berjalan sebagaimana mestinya.

β€œKalau drainase cukup luas sehingga juga bisa mengantisipasi adanya Amdal dan sebagainya, karena airnya tersalurkan sampai ke laut. Kalau menurut saya, karena di sini kan dekat dari rumah sakit itu tembus ke laut, nah itu mungkin perlu perhatian khusus sehingga tidak terjadi lagi banjir yang kita ketahui bersama kemarin,” tambahnya.

DPRD PPU mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi teknis, audit struktur drainase, dan menyiapkan langkah perbaikan jangka pendek maupun jangka panjang agar pelayanan rumah sakit tidak kembali terganggu akibat genangan air. (rq/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *