Wahid Dorong Pemerintah Daerah Aktif Sosialisasi Pencegahan Karhutla
Anggota Komisi I DPRD PPU Abdul Rahman Wahid
PENAJAM — Pemerintah daerah diminta aktif menggencarkan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, termasuk di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Anggota Komisi I DPRD PPU, Abdul Rahman Wahid, mengatakan sosialisasi mengenai bahaya dan pencegahan karhutla perlu dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD.
“Saya kira perlu sosialisasi yang aktif, masif di masyarakat dan semua harus terlibat, termasuk kita anggota DPRD untuk mengantisipasi terjadinya karhutla ini,” kata Abdul Rahman Wahid saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, dampak karhutla telah dirasakan berbagai elemen masyarakat, terutama terhadap lingkungan hidup. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas.“Saat ini karhutla semua telah terdampak,” ujarnya.
Abdul Rahman Wahid menyebut kondisi karhutla di Kabupaten PPU hingga kini belum terlalu signifikan. Menurutnya, sebagian lahan kosong di wilayah tersebut telah dimanfaatkan untuk perkebunan sehingga potensi kebakaran dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah, di tempat kami di PPU semua lahan-lahan kosong telah terjadi perkebunan, jadi tidak seberapa urgensi. Namun, kita perlu antisipasi kebakaran hutan ini. Jangan sampai masyarakat kurang pemahaman sehingga karhutla ini bisa merugikan kita semua,” katanya.
Dia menilai pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama saat musim kemarau.
Terkait surat edaran bupati mengenai larangan membakar lahan maupun sampah, Abdul Rahman Wahid menilai hal tersebut tidak lagi menjadi persoalan mendesak. Sebab, Bupati PPU Mudyat Noor telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui video singkat yang disebarluaskan di media sosial.
“Bupati mengimbau kepada masyarakat PPU agar tidak membakar hutan dan lahan sembarangan. Jadi masyarakat yang hobi membuka medsos sudah mengetahui imbauan tersebut,” ujarnya.
Dia pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah bencana karhutla di PPU.
“Marilah kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan kita, tanah kita, udara kita dan sebagainya untuk kebaikan kita bersama,” pungkasnya.(adv/jm)