PPU Menuju Porprov Kaltim VIII, Raup: Apapun Hasilnya Murni Perjuangan Atlet Lokal
Ketua DPRD PPU Raup Muin
PENAJAM – Persiapan kontingen Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) VIII di Kabupaten Paser pada November 2026 terus dimatangkan.
Di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas pembinaan, Ketua DPRD PPU Raup Muin menegaskan pentingnya menjaga integritas daerah dengan tetap mengandalkan atlet lokal.
Menurut Raup, Porprov Kaltim VIII tidak semestinya hanya menjadi ajang mengejar perolehan medali. Kompetisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pembinaan atlet di Benuo Taka berjalan. Karena itu, ia memastikan PPU tidak memilih jalan pintas dengan mendatangkan atlet dari luar daerah demi mendongkrak perolehan medali. “Kalau kita bawa atlet dari luar, rasa-rasanya kita tidak percaya diri. Jadi kalau kita terlibat di Porprov nanti, apa pun hasilnya, itulah murni hasil dari perjuangan,” kata Raup, Jumat (11/9/2026).
Raup menilai banyaknya medali yang diraih tidak akan memberikan dampak berarti bagi perkembangan olahraga PPU apabila pencapaiannya tidak melibatkan atlet hasil pembinaan daerah sendiri. Ia meminta hasil Porprov Kaltim VIII nantinya dilihat sebagai gambaran nyata kualitas pembinaan olahraga di PPU.
“Jangan kita mengejar angka hanya untuk juara satu dan dua, tetapi pada akhirnya tidak ngepek. Kita harus melihat hasil pembinaan atlet lokal kita sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, mempertahankan atlet lokal juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Dengan begitu, hasil Porprov dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan program pembinaan berikutnya. Target PPU Realistis, Bersaing di Papan Tengah Terkait target kontingen PPU pada Porprov Kaltim VIII, Raup memilih bersikap realistis. Persaingan antarkabupaten/kota di Kaltim dinilai cukup ketat sehingga atlet dan pengurus cabang olahraga tidak perlu dibebani target yang tidak rasional.
Ia berharap seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga tetap menjaga semangat juang serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan. “Targetnya tidak peringkat 1 dari bawah. Tetap berjuang maksimal agar PPU dapat bersaing di papan tengah dan terhindar dari posisi juru kunci,” tuturnya.
Raup menilai kebanggaan terhadap hasil kerja keras atlet sendiri jauh lebih penting dibandingkan perolehan medali yang diraih melalui cara instan. Lebih jauh, Raup menyebut Porprov Kaltim VIII harus menjadi panggung uji coba bagi atlet-atlet PPU sekaligus evaluasi terhadap efektivitas program latihan yang selama ini dijalankan.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pengurus olahraga memastikan kebutuhan kontingen tetap terpenuhi, meskipun terdapat penyesuaian anggaran. Aspek logistik, penyewaan peralatan pertandingan, hingga konsumsi atlet, menurut dia, perlu dikelola secara baik agar tidak mengganggu persiapan maupun performa kontingen PPU selama Porprov berlangsung. Dengan mengandalkan atlet lokal, hasil yang diraih PPU nantinya diharapkan dapat menjadi tolok ukur yang lebih objektif terhadap perkembangan pembinaan olahraga di Benuo Taka.(adv/jr)