Banner Website Responsif

Penajam Paser Utara

Anggaran Porprov Kaltim PPU Terancam Dipangkas, DPRD Pastikan Atlet Tetap Bertanding

Ketua DPRD PPU Raup Muin

PENAJAM – Efisiensi anggaran daerah membayangi persiapan kontingen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Penajam Paser Utara (PPU) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Anggaran yang sebelumnya diusulkan mencapai Rp12 miliar berpotensi mengalami pemangkasan signifikan. Nilainya bahkan diperkirakan hanya berada di kisaran Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Meski demikian, Ketua DPRD PPU Raup Muin memastikan keterbatasan anggaran tidak boleh mengganggu persiapan atlet maupun keikutsertaan PPU dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Raup mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) masih menghitung kebutuhan riil kontingen PPU. Perhitungan tersebut mencakup sejumlah kebutuhan operasional, mulai dari sewa fasilitas dan peralatan, atribut kontingen, hingga konsumsi atlet. β€œTim teknis dari keuangan BKAD sedang menghitung angka realistisnya berapa. Enaknya dibahas gampang, berapa untuk atribut, sewa fasilitas, makan, dan kebutuhan lainnya,” kata Raup, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, meskipun alokasi anggaran berpotensi berkurang hingga separuh dari usulan awal, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kesiapan atlet yang tengah menjalani persiapan menuju Porprov Kaltim. Raup menilai keikutsertaan kontingen PPU bukan sekadar persoalan olahraga, tetapi juga menyangkut nama baik dan martabat daerah di tingkat provinsi. Karena itu, dia menegaskan PPU tetap harus mengirimkan kontingen ke Porprov Kaltim. Terlebih, PPU merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). β€œAlangkah lucunya kalau di antara 10 kabupaten kota di Kaltim ini, cuma kita yang tidak ikut partisipasi. Insyaallah PPU tetap akan mengirimkan atlet,” tegasnya.

DPRD PPU mendorong pengurus KONI bersama seluruh cabang olahraga (cabor) menyusun strategi dengan menerapkan skala prioritas dalam penggunaan anggaran. Efisiensi, kata Raup, seharusnya diarahkan pada pos-pos nonteknis yang masih dapat ditekan. Sementara kebutuhan utama atlet, seperti pemenuhan gizi, fasilitas latihan, dan kebutuhan pertandingan, harus tetap menjadi prioritas. Langkah tersebut dinilai penting agar keterbatasan anggaran Porprov Kaltim PPU tidak berdampak langsung terhadap performa atlet di lapangan.

Raup pun optimistis efisiensi anggaran tidak akan memadamkan semangat atlet PPU dalam menjalani latihan dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov Kaltim. DPRD PPU, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan KONI agar pengelolaan anggaran yang tersedia benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan paling penting bagi atlet dan kontingen. Dengan strategi tersebut, PPU diharapkan tetap mampu berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaik pada Porprov Kaltim mendatang.(adv/jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *